Elegi Superego dalam Lipatan Nurani

 Puisi 

Koruptor dalam Psikoanalisis

Elegi Superego dalam Lipatan Nurani


oleh Kinanthi 



Sesungguhnya …

Ia tak kurang uang

Hanya kurang empatik

Tidak kurang ruang

Ekspresikan kreasi

Hanya dendam 

Yang selalu menggelitik

Malam-malam hening,

Ia mimpi dikejar suara bening

Yang dulu dikenalnya

“Mengapa Kau berkhianat?”

Ia terbangun

Lalu tertegun

Guratan hampa

Menggoresi dada

Kucuran air mata

Entah batin siapa

Logam dan angka-angka

Tak buatnya bahagia

Sayatan penuh luka

Aneka beban derita

Menggedori jiwanya.

Tumbuhkan sesal 

telah melakukannya

Freud .[¹]menyebutnya Id:

Dorongan purba

Hasrat yang ingin terpuaskan:

Uang, kekuasaan, kenyamanan…

Namun, Id tak berani sendirian

Ia butuh dukungan Ego.

Penyusun strategi 

Penghalau rasa bersalah

Atas nama cintai diri

Bisikan Ego sungguh mengesankan

“Cepat! Sikut dan sikat!”


                                                                    Daftar Isi 

Komentar

Postingan Populer