Konflik 50:50 (Bab 10: Pelarian)
Konflik 50:50 Bab 10 (Pelarian Matanya kemudian tertuju pada bangku barisan tengah. Di sana Dania sedang sibuk mencatat penjelasan pembimbing dengan wajah polosnya. Dania adalah gadis sebaya, tidak menuntut kemapanan, dan tidak dikelilingi oleh saingan-saingan sarjana yang tangguh. Di sana, Bima merasa posisinya akan aman. Sore itu, keputusan fatal mulai diambil. Bima memilih melangkah mundur dari Alin, bukan karena ia tidak cinta, melainkan karena ia terlalu pengecut untuk menghadapi kenyataan bahwa cinta sejati menuntut kesetaraan dan keberanian, bukan sekadar ego yang ingin selalu disembah. Inner critic dan dogma patriarki dalam diri Bima mendistorsi niat baik Alin. Ini menjadi jembatan psikologis yang logis mengapa Bima akhirnya nekat mulai melancarkan aksinya mendekati Dania sebagai bentuk pelarian ego? Bima mulai menjalankan strategi pelariannya. Ini semacam "zona nyaman" palsu seseorang yang memilih orang lai...



