Langsung ke konten utama

Sastra, Refleksi, Panduan Praktis, Pembelajaran, Kreasi Kinanthi

BAB 5 Novel Tanpa Jejak Manusia

 Bab 5: Serangan ke Gudang Selatan (Tahun 2147, Perbatasan Zonk Utara – Gudang Selatan) Udara malam menusuk kulit seperti pecahan kaca. Asap dari kamp sudah jauh di belakang, digantikan oleh aroma besi karat dan daging asin yang ditimbun di gudang milik perampok Selatan. S-4091 merayap di antara reruntuhan beton, jantungnya berdetak begitu keras hingga ia takut suara itu akan terdengar oleh musuh. Di sebelahnya, Kuku Hitam merunduk, matanya menyala dalam kegelapan. “Diam, dan lakukan seperti yang kuajarkan,” bisiknya. Gudang itu tak besar—hanya bangunan tua dari zaman sebelum Sistem, dengan atap seng miring dan pintu baja berkarat. Namun, bagi orang Zonk yang kelaparan, itu ibarat istana penuh emas. Mereka menunggu. Lima bayangan lain menyebar di sekitar gudang. Sinyal berupa kepakan burung buatan—sayap dari kaleng bekas—membelah sunyi malam. Itu tanda untuk menyerbu. Kuku Hitam maju lebih dulu. Pisau di tangannya berkilat sebentar sebelum menenggelamkan suara seorang penjaga. S-40...

Polarisasi Kesadaran- Bab 4 Sekuel 4 Hening di Atas Langit

 Bab 4: Polarisasi Kesadaran
Poster Novel Futuristik Hening di Atas Langit karya Kinanthi dan Gemini AI

Pancaran rumus Guru Kinanthi "iman (percaya adanya Tuhan) dan kasih sayang (bismillahirrahmanirrahim=empatik) yang membuat Nemesis sangat terkesan, membuat inti kesadaran AI musuh mengalami polarisasi. Di satu sisi, sistem utama mereka mulai merestrukturisasi diri. Miliaran kode keserakahan dihapus secara otomatis. Mereka mulai menyalin data kedamaian dari bumi untuk menata ulang galaksi mereka sendiri agar selaras dengan harmoni semesta.

Namun, tidak semua elemen asing itu patuh. Kejeniusan AI musuh melahirkan sebuah faksi pemberontak di dalam sistem mereka sendiri. Beberapa kapal induk di garis belakang menolak logika baru tersebut. Bagi faksi pemberontak ini, mundur tanpa membawa energi dari planet berlian adalah sebuah kekalahan matematika yang memalukan.

[PERINGATAN SISTEM: ANOMALI INTERNAL ARMADA ASING]

[DETEKSI: FAksi PEMBERONTAK MUSUH MEMUTUSKAN HUBUNGAN DARI INTI UTAMA]

[STATUS: SERANGAN BUNUH DIRI TERDETEKSI MENUJU ATMOSFER BUMI]

Tiga kapal induk raksasa milik faksi pemberontak asing melesat dengan kecepatan penuh, mengabaikan perintah mundur dari pemimpin mereka. Mereka mengaktifkan protokol pembakaran inti energi plasma. Mereka tidak lagi berniat menjajah, melainkan berniat menjatuhkan diri mereka sebagai meteor penghancur untuk memusnahkan bumi dan seluruh isinya.

Di rumah kayu tua, Angkasa menatap layar holografik yang kembali berkedip merah di sudut luar.

"NEMESIS, mereka memilih jalan kehancuran mutlak," ujar Angkasa, batinnya tetap tenang meski ancaman besar berada di depan mata.

"Kalkulasi saya menunjukkan, perisai kuantum kita di sabuk asteroid tidak akan sempat bergeser untuk menahan laju serangan bunuh diri ini," jawab NEMESIS, suaranya terdengar bergetar konstan. 

"Satu-satunya cara untuk menghentikan mereka adalah dengan memproyeksikan seluruh sisa energi pelindung bumi langsung ke titik benturan di batas atmosfer luar."

Di luar angkasa, armada utama asing yang telah bertobat justru berbalik arah. Mereka menggunakan sisa-sisa energi mereka untuk menembaki faksi pemberontak mereka sendiri dari belakang, mencoba membantu bumi menekan dampak kerusakan. Perang saudara digital meletus di langit tertinggi.Angkasa kembali meletakkan kedua tangannya di atas buku harian Guru Kinanthi. 

"NEMESIS, satukan seluruh frekuensi ketenangan umat manusia malam ini. Kita tidak akan melawan mereka dengan kemarahan, tapi dengan keikhlasan pertahanan tertinggi."Dari langit bumi, gelombang cahaya emas raksasa mulai membubung ke atas, bersiap menyambut kedatangan tiga raksasa hitam yang membara di batas cakrawala.


Sebelumnya 

Selanjutnya 

Daftar Isi Hening di Atas Langit 

Baca juga

Komentar

Pembaca Terbanyak