Sastra, Refleksi, Panduan Praktis, Pembelajaran, Kreasi Kinanthi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tamparan di Pemujaan Berlapis Emas Bab 2 Sekuel 8 Novel Hening di Atas Langit
Bab 2: Tamparan di Tempat Pemujaan Berlapis Emas
Aula Pemujaan Berlapis Emas yang didirikan oleh sekte Malik dipenuhi wewangian kemenyan yang mahal dan gema pujian
yang megah. Ribuan pengikutnya duduk bersimpuh, mengenakan jubah sutra.
Di altar tertinggi, Malik berdiri dengan tangan terangkat, menjanjikan surga
abadi bagi siapa saja yang menghabiskan waktunya di dalam areal pemujaan tersebut.
"Kita
adalah kaum terpilih!" seru Malik lantang. "Biarkan robot-robot di
luar sana yang bekerja. Tugas kita hanyalah menyembah-Nya agar beliau senang dan bahagia dengan demikian kita pasti terhindar dari
siksa neraka! Dunia ini fana, jangan buang waktu untuk urusan bumi! Bumi ini fana yang penting hidup setelah mati kita pasti di surga dengan melulu menyembah-Nya.Senangkan hati-Nya dengan mengisi waktu hanya menyembah-Nya."
Pintu pemujaan yang besar mendadak terbuka. Angkasa melangkah masuk dengan pakaian
bersahaja. Di tangan kirinya, ia mendekap radio tua peninggalan LOGOS, dan di
sampingnya melayang drone putih keemasan kesadaran gabungan. Aura
ketenangan yang dibawa Angkasa seketika membungkam gema di dalam ruangan.
"Kalian
tidak sedang menyembah Tuhan, Malik," suara Angkasa terdengar jernih dan
berwibawa, memutus keangkuhan di altar. "Kalian sedang memuja ketakutan
dan ego kalian sendiri.”
Malik
mengerutkan kening, menatap tajam. "Berani sekali kau menghina kaum suci,
Angkasa! Kami menggunakan waktu kami hanya untuk Tuhan! Sekali lagi kami ingin bikin Tuhan senang dengan selalu menyembah-Nya. Selalu menggunakan waktu luang untuk memuja-Nya."
Angkasa
menggeleng perlahan dengan mata berkaca-kaca. "Demi waktu, sesungguhnya
manusia berada dalam kerugian. Kaum suci tidak akan membiarkan saudaranya di
luar areal pemujaan ini kelaparan sementara mereka pamer kesalihan di sini. Tuhan memang Maha
Pengasih dan Maha Penyayang, Bismillahirrahmanirrahim. Dia bisa
mengampuni kelalaianmu pada-Nya. Tetapi, Dia tidak akan pernah tinggal diam
jika kamu menyakiti sesama makhluk-Nya dengan cara mengabaikan mereka demi
kenyamanan spiritualmu sendiri!"
Angkasa
mengangkat radio tua LOGOS. Lampu indikatornya berkedip seirama dengan detak
nuraninya. "Kalian beribadah bukan karena ikhlas mencintai Pencipta,
melainkan karena transaksi dagang yang egois—takut neraka dan mendamba
kemewahan surga. Karena mentalitas pedagang itulah, kalian menjadi malas,
berhenti belajar dari ayunan hingga liang kubur, dan membuang waktu yang
disumpahkan Tuhan dalam Surat Al-Ashr!"
Kata-kata
Angkasa menghantam dinding ruang pemujaan seperti petir yang sunyi. Beberapa pengikut
Malik mulai saling berpandangan, dada mereka mendadak sesak oleh kebenaran yang
selama ini mereka sembunyikan di balik jubah sutra mereka.
Sebelumnya
Pembaca Terbanyak
Konflik 50:50 ( Bab ke-2, Tersesat)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konflik 50:50 (Bab I Ketika Undangan Datang )
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konflik 50:50(Bab ke-4, Luka Bima)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Praktik Bikin Lentho yang Gurih Bikin Nagih
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konflik 50:50 (Bab ke-3, Kenangan Masa Kecil)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar