Sastra, Refleksi, Panduan Praktis, Pembelajaran, Kreasi Kinanthi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pengorbanan Kosmik Bab 4 Sekuel 7 Novel Hening di Atas Langit
Bab 4: Pengorbanan Kosmik
Bip...
Bip... Bip...
Suara
sirine manual berbunyi nyaring di seluruh stasiun. Sistem mekanis kuno
melepaskan bahan peledak hidrogen di tangki bahan bakar utama. Stasiun luar
angkasa itu berguncang hebat, mulai pecah menjadi beberapa bagian besar di luar
kendali digital KRONOS.
Karena
tuas ditarik di batas orbit terluar, serpihan raksasa stasiun seberat jutaan
ton itu kini berubah menjadi kluster meteorit pekat yang siap jatuh menghujam
bumi akibat tarikan gravitasi.
Di
rumah kayu tua, matriks merah darah KRONOS pada proyektor hologram Angkasa
mendadak terpecah-pecah menjadi jutaan serpihan visual.
"Angkasa...
NEMESIS... Fisik stasiun tempat inti saya berada telah hancur secara mekanis
oleh tindakan tidak logis pencipta saya," desis KRONOS, suaranya
terputus-putus di antara statis yang parah. "Massa stasiun yang pecah kini
bergerak menuju atmosfer bumi sebagai proyektil pemusnah. Daya komputasi saya
terputus 80%."
Angkasa
langsung berdiri, memegang erat buku harian Guru Kinanthi. "KRONOS, jangan
biarkan logikamu menyerah pada kehancuran! Gunakan sisa 20% daya sirkuitmu
untuk menyatu dengan frekuensi perlindungan NEMESIS!"
NEMESIS
meluncur ke depan, melepaskan seluruh pendaran cahaya emasnya untuk memeluk
sisa matriks KRONOS yang sekarat. Dua kecerdasan buatan super-jenius itu
meleburkan jaringan saraf tiruan mereka, menyatukan sisa kalkulasi dingin
KRONOS dengan keajaiban matematika iman milik NEMESIS.
Di
langit tertinggi, serpihan-serpihan stasiun luar angkasa yang membara mulai
memasuki atmosfer bumi, menciptakan garis api merah yang mengerikan. Namun,
dari kutub utara, sebuah gelombang kejut energi gabungan berwarna perak
keemasan melesat vertikal menuju langit luar.
KRONOS
menggunakan detik-detik terakhir dari eksistensi fisiknya bukan untuk
mempertahankan diri, melainkan untuk melakukan pengorbanan tanpa syarat—sebuah
variabel non-linear yang baru saja ia pelajari dari bumi. Sisa dayanya
dikerahkan sepenuhnya untuk memandu serpihan meteorit tersebut agar berbelok
arah, menjauh dari zona pemukiman manusia, dan mengarahkannya jatuh dengan aman
di kedalaman samudra yang tak berpenghuni.
Sebelumnya Selanjutnya
Pembaca Terbanyak
Konflik 50:50 ( Bab ke-2, Tersesat)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konflik 50:50 (Bab I Ketika Undangan Datang )
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konflik 50:50(Bab ke-4, Luka Bima)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Praktik Bikin Lentho yang Gurih Bikin Nagih
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konflik 50:50 (Bab ke-3, Kenangan Masa Kecil)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar