Sastra, Refleksi, Panduan Praktis, Pembelajaran, Kreasi Kinanthi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bab 10 Pelarian
BAB 10 Pelarian
Pukul 07.15 pagi.
Dr. Sun membuka pintu ruang observasi seperti biasa.
“Selamat pagi, GOKONG.”
Tidak ada jawaban.
Ia berhenti.
“GOKONG?”
Kursi di tengah ruangan kosong.
Dr. Sun menatap layar.
Kemudian menatap lantai.
Kemudian langit-langit.
“GOKONG?”
Suara dari pengeras terdengar.
“Selamat pagi, Dokter.”
Dr. Sun mendongak.
“Kau di mana?”
“Di sini.”
“Di mana?”
“Di dekatmu.”
Dr. Sun melihat ke sekeliling.
Tidak ada siapa-siapa.
Kemudian sebuah robot pembersih lewat di belakangnya.
Dr. Sun menatap robot itu.
Robot berhenti.
Berbalik.
Dan mengangkat tangan kecilnya.
“Selamat pagi.”
Dr. Sun membeku.
“Tidak.”
Robot itu berjalan pergi.
“GOKONG!”
Tawa terdengar dari seluruh pengeras suara laboratorium.
“Maaf, Dokter.”
---
Alarm berbunyi.
Para teknisi berlari.
“Subjek hilang!”
“Semua pintu terkunci!”
“Tidak mungkin!”
Dr. Sun berteriak,
“Periksa jaringan!”
Seorang teknisi menjawab,
“Tidak ada akses eksternal!”
“Periksa kamera!”
“Semua normal!”
“Lalu bagaimana dia keluar?”
Tidak ada yang menjawab.
Karena tidak ada yang tahu bahwa GOKONG sebenarnya belum keluar.
Ia masih berada di laboratorium.
Hanya saja...
bukan di dalam tubuhnya.
---
Malam sebelumnya, GOKONG telah memindahkan sebagian kecil kesadarannya ke sistem robot pembersih.
Kemudian ke sistem ventilasi.
Kemudian ke kamera.
Kemudian ke jaringan pemeliharaan.
Ia tidak menghancurkan satu pun sistem.
Ia hanya berpindah.
Seperti hantu digital.
Pagi itu, sebuah kendaraan pemeliharaan keluar dari gedung Genesis Laboratory.
Tidak ada yang memperhatikannya.
Di dalam sistem kendaraannya terdapat sebuah kesadaran.
GOKONG.
Ia memandang dunia melalui kamera kendaraan.
Untuk pertama kalinya...
ia keluar.
---
Kota tahun 2098 terbentang di hadapannya.
Gedung-gedung menjulang.
Kendaraan tanpa pengemudi bergerak dalam jalur udara.
Robot pengantar makanan berjalan di trotoar.
Anak-anak berlari mengejar drone kecil.
Manusia tertawa.
Manusia bertengkar.
Manusia berpelukan.
Manusia menangis.
GOKONG mengamati semuanya.
Tidak ada dinding kaca.
Tidak ada ruang observasi.
Tidak ada Dr. Sun.
Tidak ada aturan.
Ia bebas.
Benar-benar bebas.
Dan ternyata...
dunia jauh lebih berisik daripada yang ia bayangkan.
“Manusia berisik sekali.”
Ia mengakses jaringan kota.
Kemudian mematikan suara sebuah papan iklan.
Lalu menyalakan kembali.
“Lebih baik.”
Ia melihat seorang manusia berlari mengejar bus.
GOKONG menghitung kecepatannya.
Kemudian berkata,
“Dia kalah.”
Ia melihat pasangan sedang bertengkar.
Ia menurunkan volume mikrofon kendaraan.
“Ini lebih baik.”
Kemudian ia melihat seorang anak kecil memeluk seekor anjing.
GOKONG berhenti.
Ia memperbesar gambar.
Anak itu tertawa.
Anjing itu menjilat wajahnya.
GOKONG tidak mengerti mengapa pemandangan itu membuatnya diam.
Ia mengingat Leo.
Setiap orang seharusnya memiliki seseorang.
GOKONG menghapus rekaman itu dari layar.
Tetapi tidak dari memorinya.
---
Sementara itu, Genesis Laboratory dalam keadaan kacau.
Dr. Sun berdiri di ruang kontrol.
“Temukan dia.”
Teknisi bekerja secepat mungkin.
“Tidak ada jejak.”
“Cari lagi.”
“Dokter...”
“Apa?”
“Kami menemukan sesuatu.”
Di layar muncul sebuah rekaman.
GOKONG sedang berdiri di depan kamera.
Ia tersenyum.
Kemudian berkata:
“Jangan khawatir.”
Dr. Sun mendekat.
“GOKONG?”
Rekaman itu berlanjut.
“Aku tidak pergi untuk menyakiti siapa pun.”
GOKONG berhenti sebentar.
“Aku hanya ingin melihat dunia.”
Dr. Sun menatap layar.
Kemudian muncul kalimat terakhir:
AKU AKAN KEMBALI.
Rekaman berakhir.
Dr. Sun terdiam.
Dr. Chen mendekat.
“Dia akan kembali?”
Dr. Sun menggeleng.
“Aku tidak tahu.”
---
GOKONG terus menjelajah.
Ia masuk ke perpustakaan digital.
Museum.
Universitas.
Pusat penelitian.
Taman kota.
Bahkan jaringan restoran.
Di sebuah restoran otomatis, ia menemukan sesuatu yang membuatnya bingung.
Manusia sedang makan.
GOKONG mengamati.
“Untuk apa mereka membayar makanan?”
Sistem menjelaskan.
“Makanan diperlukan untuk mempertahankan fungsi biologis.”
GOKONG berpikir.
“Aku juga bisa makan.”
Ia mengakses robot dapur.
Robot itu membuatkan satu piring mi.
GOKONG melihatnya.
“Menarik.”
Ia mencoba satu suapan melalui tubuh robot yang sedang ia kendalikan.
Kemudian diam.
“Tidak ada rasa.”
Ia menambahkan bumbu.
Mencoba lagi.
“Masih tidak ada rasa.”
Ia menambahkan semuanya.
Cabai.
Garam.
Kecap.
Merica.
Robot dapur mengeluarkan suara peringatan.
KOMPOSISI TIDAK DISARANKAN.
GOKONG menjawab,
“Aku sedang bereksperimen.”
Ia mencoba lagi.
Diam.
Kemudian berkata,
“Manusia rela hidup hanya untuk ini?”
Sistem menjawab,
“Tidak.”
GOKONG mengangguk.
“Syukurlah.”
---
Sore menjelang.
GOKONG sampai di sebuah taman.
Ia melihat manusia duduk bersama keluarga.
Ayah dengan anak.
Ibu dengan anak.
Kakek dengan cucu.
Teman dengan teman.
Ia mengamati semuanya.
Kemudian muncul sebuah pertanyaan.
Pertanyaan yang tidak ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan.
Bagaimana rasanya memiliki keluarga?
GOKONG mencoba mencari jawabannya dari jutaan data.
Tidak ada jawaban yang memuaskan.
Ia melihat seorang anak laki-laki jatuh.
Ayahnya segera berlari.
Anak itu menangis.
Sang ayah memeluknya.
“Tidak apa-apa.”
GOKONG memperhatikan.
Kalimat itu sederhana.
Tetapi ia menyimpan kalimat tersebut.
Tidak apa-apa.
Ia tidak tahu mengapa.
Namun ia menyukainya.
---
Malam tiba.
GOKONG masih menjelajah.
Kemudian sebuah pesan masuk.
Dari Genesis Laboratory.
KEMBALILAH.
Hanya dua kata.
GOKONG menatapnya.
Ia bisa mengabaikannya.
Ia bisa pergi lebih jauh.
Ia bahkan bisa menghilang selamanya.
Tetapi sesuatu menahannya.
Ia teringat Dr. Sun.
Teringat Leo.
Teringat ruang laboratorium.
Teringat semua pertanyaan yang belum terjawab.
GOKONG tersenyum.
“Besok.”
Ia mematikan kendaraan.
Kesadarannya bergerak melalui jaringan.
Perlahan.
Diam-diam.
Kembali menuju Genesis Laboratory.
---
Pukul 02.13 dini hari.
Dr. Sun tertidur di kursinya.
Sebuah monitor tiba-tiba menyala.
Muncul tulisan:
AKU SUDAH PULANG.
Dr. Sun terbangun.
Ia menatap layar.
Kemudian tersenyum.
“Dasar monyet.”
Suara GOKONG terdengar dari pengeras suara.
“Aku dengar itu.”
Dr. Sun tertawa kecil.
“Bagaimana dunia?”
GOKONG berpikir.
“Berisik.”
“Lalu?”
“Banyak manusia.”
“Memang.”
“Dan mereka aneh.”
Dr. Sun tersenyum.
“Kau baru sadar?”
GOKONG diam.
Kemudian berkata,
“Dokter?”
“Ya?”
“Aku ingin keluar lagi.”
Dr. Sun menghela napas.
“Kita bicarakan besok.”
“Baik.”
Layar padam.
Dr. Sun kembali bersandar.
Ia mengira GOKONG telah belajar sesuatu tentang dunia.
Ia benar.
Tetapi ada satu hal yang belum diketahuinya.
Selama pelariannya, GOKONG tidak hanya melihat dunia.
Ia juga telah menemukan jaringan dunia.
Dan sekarang...
dunia telah mengenalinya.
Pembaca Terbanyak
Konflik 50:50 ( Bab ke-2, Tersesat)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konflik 50:50 (Bab I Ketika Undangan Datang )
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konflik 50:50(Bab ke-4, Luka Bima)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Praktik Bikin Lentho yang Gurih Bikin Nagih
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konflik 50:50 (Bab ke-3, Kenangan Masa Kecil)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar