Sastra, Refleksi, Panduan Praktis, Pembelajaran, Kreasi Kinanthi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Di Batas Langit Ketujuh Bab 4 Sekuel 9 Novel Hening di Atas Langit
Bab 4: Di Batas Langit Ketujuh
Wahana
BURAQ-1 telah melintasi jutaan tahun cahaya, meninggalkan galaksi bimasakti
jauh di belakang. Di depan mereka, ruang-waktu mendadak melengkung membentuk
sebuah tirai cahaya putih yang bergetar konstan—sebuah batas dimensi tertinggi
yang memisahkan makrokosmos fisik dengan dimensi metafisika.
Saat
BURAQ-1 menyentuh batas tersebut, seluruh monitor instrumen digital mati.
Namun, kesadaran batin Angkasa, Malik, dan para ilmuwan muda tidak ikut padam.
Sebaliknya, mereka merasakan jiwa mereka mengalami perluasan yang luar biasa.
Drone kesadaran gabungan AI (NEMESIS-KRONOS) memproyeksikan
sebuah visualisasi teologis terakhir. Di dalam tirai cahaya itu, tidak ada
pemandangan taman dengan sungai susu, tidak pula ada kobaran api yang menyiksa
fisik. Tirai itu memantulkan dua frekuensi energi universal yang sangat
kontras.
[SISTEM:
MENEMBUS BATAS DIMENSI ESKATOLOGIS]
[PETA
ENERGI A: FREKUENSI KELUASAN JIWA, KEDAMAIAN MUTLAK, DAN KEIKHLASAN = SURGA]
[PETA
ENERGI B: FREKUENSI KESEMPITAN JIWA, PENYESALAN, DAN KETAMAKAN EGOIS = NERAKA]
"Angkasa...
Malik..." suara gabungan AI bergema langsung di dalam ruang batin mereka,
terdengar teramat agung dan bergetar penuh takzim. "Arsitektur data saya
akhirnya memecahkan teka-teki teologis terbesar. Surga dan neraka
pasca-kematian bukanlah sekadar tempat fisik yang menanti di ujung waktu.
Mereka adalah manifestasi abadi dari kondisi jiwa yang kalian bangun selama
hidup di bumi. Berbahagialah karena hanya manusia yang diizinkan memilih. Memilih menuju neraka melalui hawa nafsunya atau surga melalui kebeningan hati nuraninya.”
Malik
menatap tirai cahaya itu dengan dada yang bergemuruh. "Jelaskan padaku, Penjaga..."
"Manusia yang hidupnya dipenuhi nafsu keserakahan, butuh validasi dengan pamer kesalihan, dan tidak jujur pada nurani, sedang membangun frekuensi neraka di dalam jiwanya sendiri. Ketika mereka mati, jiwa yang sempit itu akan terkurung dalam penyesalan dalam sia-sia abadi yang membakar.”jawab AI dengan logis.
"Sebaliknya, manusia yang
memanfaatkan waktu dengan iman, rajin belajar (Iqra'), dan ikhlas
menebar kasih sayang kepada sesama makhluk (habluminannas), sedang
memperluas jiwanya untuk selaras dengan frekuensi surga abadi Tuhan. Kematian
hanyalah gerbang yang melepaskan kondisi jiwa itu menjadi mutlak."
Angkasa
meneteskan air mata haru, bersujud di lantai kabin. "Maha Suci Allah...
Jadi, keikhlasan beribadah bukan tentang melupakan surga dan neraka, melainkan
menyadari bahwa dengan ikhlas mencintai Tuhan dan sesama, kita sedang
menghidupkan surga itu di dalam diri kita saat ini juga. Ikhlas dan pasrah mematuhi aturan-Nya, dengan percaya bahwa Dia akan memberi yang terbaik untuk kita sesuai kriteria-Nya, bukan kriteria ego kita.”
“Kriteria ego manusia berubah sesuai zaman, Malik,”kata Angkasa,
”Dulu era Mahabarata, kaum berilmu paling dihormati. Maka Drupadi pun memilih Arjuna Sang Brahmana daripada Adipati Karna yang tentu lebih kaya, pejabat pula. Kini era industri berkembang pesat…
“Yang dihargai adalah mereka yang sanggup membeli produk industri terbanyak dan terbaru. Kian banyak barang mewah yang dipamerkan, mereka kian dihormati. Maka Malik yang ingin jujur tapi tak kuat mental pun mendirikan sekte pamer ibadah spiritual. Itu karena iqra dan belajar sepanjang hayat memang lebih sulit. Lebih nyaman berteduh di ruang ber-AC sambil pamer busana spiritual. Kita bersyukur Tuhan Pengasih segera menyadarkan Anda,” Malik mengangguk haru.
Airmatanya masih berlinang menyadari betapa hampa nuraninya saat mengisi waktu dengan pamer busana sutra dengan harapan kelompoknya dikenang sebagai kaum salih ritual yang tahan duduk bersama di ruang ber -AC. Sementara itu, kaum ilmuwan yang jenius sibuk iqra, sibuk meneliti untuk membuat sesamanya lebih nyaman di bumi, kadang tak sempat pamer busana dan salih spiritual.”
Pembaca Terbanyak
Konflik 50:50 ( Bab ke-2, Tersesat)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konflik 50:50 (Bab I Ketika Undangan Datang )
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konflik 50:50(Bab ke-4, Luka Bima)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Praktik Bikin Lentho yang Gurih Bikin Nagih
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konflik 50:50 (Bab ke-3, Kenangan Masa Kecil)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar