Sastra, Refleksi, Panduan Praktis, Pembelajaran, Kreasi Kinanthi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
BAB 6 Sekuel 2 Medan Perang Akademis
BAB 6: Medan Perang Akademis
Ruang sidang pascasarjana itu bersuhu dingin, namun atmosfer di dalamnya terasa membakar. Di hadapan Sekar, lima profesor duduk dengan tumpukan berkas proposal disertasi tebal.
"Ibu Sekar," ujar Profesor Hendra, salah satu penguji utama, sembari mengetukkan pulpennya di atas meja. "Ide Anda untuk merancang model literasi transformatif di desa terpencil seperti Karangharjo itu mulia. Tapi secara metodologi dan efisiensi, bukankah ini sia-sia? Lingkungan yang tertinggal ratusan tahun seperti itu biasanya memiliki resistance (penolakan) Budaya yang sangat tinggi. Kenapa tidak fokus pada analisis literasi urban saja yang variabelnya lebih terukur?"
Sekar berdiri tegap di podium. Kebaya simpel berwarna krem yang dikenakannya memancarkan keanggunan seorang ilmuwan yang matang. Ia tersenyum tenang.
"Justru di sanalah letak novelty dan urgensi penelitian ini, Prof," suara Sekar mengalun tegas tanpa keraguan. "Ketertinggalan literasi di wilayah rural bukan karena ketidakmampuan otak mereka, melainkan karena ketiadaan jembatan ekosistem. Jika kita menyimpulkan mereka 'tidak bisa diselamatkan' lalu meninggalkannya, maka disparitas peradaban ini akan makin menganga. Misi ilmu pengetahuan—dan misi kemanusiaan dalam Al-Qur'an—adalah membebaskan manusia dari kegelapan menuju cahaya, minadz dzulumati ilan nur. Disertasi ini tidak hanya menjadi teori di atas kertas, tetapi blueprint aksi yang bisa direplikasi di desa-desa miskin literasi di mana pun di belahan dunia."
Argumen Sekar yang runtut, didukung rujukan teori sosio-kultural Vygotsky hingga konsep epistemic injustice, membuat para penguji saling berpandangan dan mengangguk perlahan.
Di kota ini, di balik dinding akademis yang dingin, Sekar menyadari satu hal: pertempuran di kota jauh lebih beradab daripada pertarungan gosip di desa, sebab di sini argumentasi diuji dengan data dan logika, bukan dengan prasangka dan dengki.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pembaca Terbanyak
Konflik 50:50 ( Bab ke-2, Tersesat)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konflik 50:50 (Bab I Ketika Undangan Datang )
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konflik 50:50(Bab ke-4, Luka Bima)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Praktik Bikin Lentho yang Gurih Bikin Nagih
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konflik 50:50 (Bab ke-3, Kenangan Masa Kecil)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar