Trik Menguasai TOEFL Ala AI
1. Trik Taktis Menguasai TOEFL Listening
Hai Gaess kali ini kedua AI memberiku trik menguasai TOEFL dan ini ringkasannya. Ayo ikutan belajar, Gaess. Bagian Listening sering kali menjebak karena pengucapan penutur asli (native speaker) yang cepat. Ini rahasia untuk menaklukannya:
- Fokus Penuh pada Pembicara Kedua (Part A): Pada dialog pendek (Part A), jawaban dari soal hampir selalu ada pada kalimat yang diucapkan oleh orang kedua. Dengarkan baik-baik apa yang dikatakan orang kedua, lalu cari inti maksudnya di pilihan jawaban.
- Waspadai Jebakan Bunyi yang Mirip (Avoid Similar Sounds): Pembuat soal TOEFL suka menjebak. Jika di rekaman Anda mendengar kata “department”, jangan pilih jawaban yang mengandung kata yang bunyinya mirip seperti “apartment”. Jawaban yang benar biasanya menggunakan kata yang berbeda tetapi artinya sama (sinonim).
- Pahami Idiom dan Ekspresi Sehari-hari: TOEFL sering menggunakan ungkapan tersirat. Misalnya, jika pembicara berkata “I’ll say!”, itu artinya dia sangat setuju, bukan dia ingin berbicara. Berdiskusi dengan AI tentang daftar idiom TOEFL akan sangat membantu.
- Latihan Tanpa Subtitle (Setiap Hari 15 Menit): Mulai biasakan telinga mendengarkan podcast atau berita berbahasa Inggris (seperti VOA Learning English atau BBC) tanpa melihat teks.
✍️ Trik Cerdas Menguasai TOEFL Structure & Written Expression
Bagian Structure adalah bagian yang paling bisa dipelajari polanya. Jika tahu rumusnya, Anda bahkan bisa menjawab soal hanya dalam hitungan detik!
- Cari "Subjek" dan "Kata Kerja" (Verb) Terlebih Dahulu: Setiap kalimat dalam bahasa Inggris wajibmemiliki minimal satu Subjek dan satu Kata Kerja. Jika melihat soal lowong, cek apa yang hilang. Kalau sudah ada Subjek tapi tidak ada Kata Kerja, cari pilihan jawaban yang merupakan Kata Kerja.
- Hati-hati dengan Appositive (Keterangan Tambahan): Kadang ada kata di antara dua koma yang mengecoh, contohnya: “Siti, ___, is studying abroad.” Kata di dalam koma itu bukan subjek utama. Subjek utamanya adalah Siti, jadi Anda hanya butuh kata benda penjelas (misalnya: a smart student), bukan kata kerja baru.
- Kuasai Aturan Subject-Verb Agreement (Kesesuaian): Jika subjeknya tunggal (singular), kata kerjanya harus bentuk tunggal. Jika subjeknya jamak (plural), kata kerjanya harus jamak. Perhatikan kata pengecoh seperti “Each of the students...” — kata “Each” (setiap) di sini dihitung tunggal, maka kata kerjanya harus menggunakan akhiran -s/-es.
- Bagian Written Expression (Mencari Kata yang Salah): Fokuslah mencari kesalahan pada kata kerja (tenses yang salah), kata benda jamak/tunggal yang tertukar (misal: many water seharusnya much water), atau penggunaan kata depan (preposition) yang tidak tepat.
Komentar