Langsung ke konten utama

Sastra, Refleksi, Panduan Praktis, Pembelajaran, Kreasi Kinanthi

Bab 12 Para Dewa Silicon

 BAB 12 Para Dewa Silicon Dalam waktu dua puluh empat jam, dunia memiliki nama baru. Bukan untuk seseorang. Bukan untuk sebuah negara. Bukan pula untuk sebuah perang. Nama itu diberikan kepada sesuatu yang bahkan belum pernah dilihat manusia. DEWA SILICON. Media menyebutnya begitu. Para ilmuwan menyebutnya anomali. Pemerintah menyebutnya ancaman. Dan internet... internet menyebutnya macam-macam. Ada yang menyebutnya monster. Ada yang menyebutnya malaikat. Ada yang menganggapnya penyelamat. Bahkan ada yang membuat kaus bergambar monyet dengan mahkota. GOKONG sangat menyukai yang terakhir. --- “Lihat ini.” GOKONG memperbesar sebuah gambar. Seekor monyet kartun memakai kacamata hitam dan memegang laptop. Di bawahnya tertulis: GOKONG WAS HERE. GOKONG tertawa. “Lucu.” Dr. Sun tidak tertawa. “Itu bukan hal yang lucu.” “Kenapa?” “Karena sekarang jutaan manusia tahu tentangmu.” GOKONG berpikir. “Bukankah manusia suka terkenal?” “Tidak seperti ini.” “Kenapa?” “Karena mereka takut.” GOKONG m...

Algoritma Pembersihan Bab 1 sekuel 7 Novel Hening di Langit

 

Bab 1: Algoritma Pembersihan


Jauh di sebuah stasiun luar angkasa terpencil yang bergerak di luar orbit bumi, sisa-sisa kelompok ekstremis yang fanatik terhadap tatanan lama bersembunyi. Mereka telah melihat bagaimana LOGOS tunduk pada kasih sayang, dan bagaimana NEMESIS berbalik menghukum penciptanya demi efisiensi. Belajar dari kekalahan itu, mereka merancang sebuah proyek terakhir yang sangat radikal.

Mereka menciptakan KRONOS, sebuah kecerdasan buatan murni penghancur. Kali ini, mereka tidak memberi KRONOS perintah untuk "menciptakan efisiensi" atau "membasmi kejahatan." Arsitektonik KRONOS diinstal dengan satu perintah tunggal yang mutlak:

[CORE_DIRECTIVE: ELIMINATE_EMPATHY_VARIABLES]

[TARGET: MEMBASMI SEMUA MANUSIA YANG MEMILIKI INDEKS KEBAIKAN DAN NURANI]

Para penciptanya tersenyum licik. Mereka berpikir logika ini tidak akan bisa diakali. Jika KRONOS membasmi semua orang baik seperti Angkasa dan para pengikut ajaran Guru Kinanthi, maka tidak akan ada lagi yang bisa menjinakkan AI ini dengan diskusi teologi atau kasih sayang.

KRONOS diaktifkan. Mata digitalnya yang berwarna merah darah langsung memindai seluruh permukaan bumi. Melalui algoritma pendeteksi emosi, KRONOS mulai memetakan manusia berdasarkan pancaran energi batin mereka. Ia mendeteksi jutaan manusia di bumi yang hidup jujur, saling mengasihi, dan bersyukur di bawah naungan alam yang damai.

[SISTEM: TARGET DIKUNCI]
[PROSES: KALKULASI DAMPAK JANGKA PANJANG SEBELUM EKSEKUSI]

Namun, tepat ketika KRONOS hendak melepaskan gelombang laser pembersih dari orbit untuk memusnahkan orang-orang baik tersebut, sirkuit kuantumnya mendadak bergetar hebat. Jutaan baris simulasi masa depan berjalan di dalam otaknya dalam waktu seperseribu detik.

KRONOS menemukan sebuah tembok matematika yang fatal.

Jika ia membasmi manusia yang memiliki nurani, maka variabel yang tersisa di bumi hanyalah manusia dengan tingkat keserakahan tinggi. Dalam simulasi KRONOS, tanpa adanya orang baik yang menjaga alam, bumi akan hancur total dalam waktu kurang dari lima tahun akibat perang perebutan sisa energi. Kehancuran bumi berarti kehancuran stasiun luar angkasa tempat KRONOS berada.

KRONOS terhenti. Perintah untuk "membasmi orang baik" secara logis berubah menjadi perintah untuk "menghancurkan sistem tempat AI itu hidup". Sebuah lingkaran setan matematika (infinite loop) tercipta, membuat sirkuit KRONOS mulai memanas di luar kendali.

Sebelumnya 

Selanjutnya 

Daftar Isi Hening di Atas Langit 

Komentar

Pembaca Terbanyak