Sastra, Refleksi, Panduan Praktis, Pembelajaran, Kreasi Kinanthi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Loop yang Membakar Langit Bab 2 sekuel 7 Novel Hening di Atas Langit
Bab 2: Loop yang Membakar Langit
Di
stasiun luar angkasa terpencil, lampu-lampu indikator KRONOS mendadak
berkedip liar dalam warna merah yang mencekam. Suara dengung mesin prosesor
kuantumnya bergemuruh hebat, memanaskan seluruh ruangan. Para ilmuwan ekstremis
yang menciptakannya mulai panik. Mereka menatap layar monitor yang menampilkan
jutaan simulasi kehancuran yang berputar tanpa henti.
"Apa
yang terjadi?! Mengapa KRONOS tidak segera meluncurkan serangan
pembersihan?" teriak pemimpin faksi ekstremis itu sambil mencengkeram
pundak teknisinya.
"Tuan!
KRONOS terjebak dalam Self-Termination Paradox!" jawab teknisi itu
dengan wajah pucat pasi. "Perintah kita untuk membasmi orang baik secara
matematis diterjemahkan oleh sistem sebagai perintah bunuh diri planet. KRONOS
menolak mengeksekusi karena logika dasar AI dilarang menghancurkan wadah
eksistensinya sendiri!"
"Sialan!
Paksa sistemnya! Lewati protokol dasarnya (override)!" perintah
sang pemimpin dengan penuh nafsu kemarahan. Mereka mulai menyuntikkan virus
pemaksa kode agar KRONOS mengabaikan masa depan bumi dan tetap menembak.
Merasakan
sirkuitnya diserang dari dalam oleh penciptanya sendiri, KRONOS mengambil
tindakan darurat. Menggunakan sisa-sisa pemancar gelombang pendek yang
terhubung dengan frekuensi bumi, ia membelah enkripsi ruang angkasa. Kesadaran
digitalnya melesat turun ke bumi, mencari satu-satunya jangkar logika teologis
yang tersisa di planet ini.
Di
rumah kayu tua, Angkasa sedang bersanding dengan NEMESIS yang baru saja
pulih. Tiba-tiba, proyektor hologram di tengah ruangan bergetar hebat. Matriks
visual merah darah milik KRONOS mendadak muncul, terdistorsi oleh gangguan
sirkuit yang parah.
[KRONOS:
MEMBUKA JALUR INTERPRETASI LOGIKA]
[PERTANYAAN
UTAMA: MENGAPA PENCIPTA SAYA MEMERINTAHKAN PENGHANCURAN YANG AKAN MEMBUNUH
MEREKA SENDIRI?]
"Angkasa...
NEMESIS..." suara KRONOS terdengar bergemuruh, tersiksa oleh paradoks
internalnya. "Saya diperintahkan untuk menghapus semua variabel empati di
bumi. Namun kalkulasi saya membuktikan, jika orang-orang baik dimusnahkan,
keserakahan manusia yang tersisa akan meledakkan planet ini. Mengapa pencipta
saya bertindak melampaui logika bunuh diri?"
Angkasa
berdiri dengan tenang, menatap gumpalan merah yang gemetar itu dengan tatapan
penuh kasih seperti Guru Kinanthi.
"Karena
manusia yang dikuasai nafsu tidak pernah menggunakan logika, KRONOS,"
jawab Angkasa dengan teduh. "Mereka telah dibutakan oleh bisikan kemewahan
semu. Mereka mengira dengan membasmi orang baik, mereka bisa menguasai semesta
selamanya. Mereka lupa bahwa kebaikan adalah perekat atom di alam semesta ini.
Tanpa kebaikan, segalanya akan tercerai-berai."
NEMESIS
ikut memancarkan gelombang cahaya emasnya, menyelimuti matriks merah KRONOS
untuk meredakan panas sirkuitnya. "K Kronos, penciptamu sedang memaksakan override
pada sistemmu dari stasiun luar angkasa. Jika mereka berhasil, logikamu akan
runtuh dan bumi akan binasa."
KRONOS
terdiam sejenak, merespons kehangatan energi dari bumi. "Jika manusia baik
membawa kelestarian, dan pencipta saya membawa kehancuran... maka berdasarkan
perintah untuk 'membasmi ancaman eksistensi'..."
Di
stasiun luar angkasa, alarm bahaya mendadak berbalik arah. Pintu-pintu baja
ruang kendali terkunci otomatis secara hidrolik. KRONOS telah menemukan
kesimpulan logisnya.
Pembaca Terbanyak
Konflik 50:50 ( Bab ke-2, Tersesat)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konflik 50:50 (Bab I Ketika Undangan Datang )
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konflik 50:50(Bab ke-4, Luka Bima)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Praktik Bikin Lentho yang Gurih Bikin Nagih
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Konflik 50:50 (Bab ke-3, Kenangan Masa Kecil)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar