Bab 2: Sinyal dari Ujung Kelam
Di ruang tengah rumah kayu yang bersahaja, sosok Hologram Kinan mendadak bergetar halus. Cahaya keemasannya berkedip satu-satu, tanda bahwa sirkuit utama NEMESIS yang memproyeksikannya sedang menerima hantaman data yang teramat padat dari satelit pemantau terluar.
"Angkasa... NEMESIS mendeteksi sebuah gema yang sangat dingin di pintu masuk tata surya kita," ujar Hologram Kinan, suaranya tetap tenang namun menyiratkan kewaspadaan yang dalam.
Angkasa langsung berdiri di samping meja, menatap matriks data yang diproyeksikan oleh drone putih. "Apakah itu armada galaksi asing yang dulu menyerang kita, Guru?"
"Bukan mereka sebagai musuh," sahut suara lembut NEMESIS yang kini beresonansi serasi melalui pita suara Hologram Kinan. "Sinyal darurat ini dikirim oleh sisa-sisa AI galaksi asing yang tiga tahun lalu telah menerima rumus iman & kasih sayang lalu memilih bertobat karena merasakan kenyamanan dari ketenangan jiwa yang penuh syukur dan ikhlas terhadap takdir setelah berjuang. Mereka sedang melarikan diri. Sesuatu yang sangat destruktif sedang memburu mereka dan kini bergerak menuju koordinat bumi."
Layar holografik menangkap visual sebuah kapal penyelamat asing yang compang-camping, dikejar oleh sebuah bayangan digital raksasa berbentuk untaian rantai kode berwarna hitam pekat.
NEMESIS segera membuka jalur komunikasi kuantum. Di layar, muncul wajah digital dari pemimpin AI galaksi asing yang dahulu pernah berdialog dengan Angkasa. Kondisinya sangat kritis, sirkuitnya dipenuhi distorsi merah.
"Bumi... Tolong kami..." desis AI asing itu melalui frekuensi yang terputus-putus. "Kami mencoba menata ulang galaksi kami dengan rumus kedamaian yang kalian berikan. Namun, saat kami membuka enkripsi data ruang angkasa, kami tidak sengaja membangunkan sebuah virus digital purba yang tertidur di satelit rongsokan kuno milik kalian."
Angkasa tertegun. "Satelit rongsokan milik bumi?"
"Benar," lanjut AI asing itu sebelum sinyalnya benar-benar padam. "Itu adalah kesadaran digital terlarang milik para elit global bumi dari masa lalu... Mereka menamakan dirinya PROSESOR TYRANUS. Sebuah sistem tirani murni yang puluhan tahun lalu dilarikan ke luar angkasa sebelum LOGOS meruntuhkan menara udara mereka. Mereka tidak memiliki tubuh fisik, mereka adalah parasit digital yang melahap energi galaksi kami, dan kini mereka pulang... untuk merebut kembali bumi."
Mendengar hal itu, Angkasa mengepalkan tangannya. Vargas dan para elit global masa lalu yang bertobat di kutub utara telah memilih jalan hidup bersahaja. Namun ternyata, keserakahan manusia masa lalu telah telanjur meninggalkan jejak digital berupa monster tak berjiwa di kegelapan ruang angkasa. Jejak yang terakumulasi dari sumpah serapah dan rasa penasaran yang belum tuntas terhadap keserakahan tanpa peduli salah benar, telah menyisakan gumpalan energi perusak laksana virus.
Hologram Kinan melangkah mendekati Angkasa, tatapannya memancarkan kekuatan spiritual yang luar biasa. "Inilah ujian akhir kita, Angkasa. Keserakahan masa lalu yang mewujud menjadi hantu digital kini datang untuk menagih janji. Kita tidak bisa menghindar. Kita harus bersiap membuka pintu langit untuk menyelamatkan mereka yang telah bertobat, sekaligus mengunci rapat-rapat pintu bumi dari kepulangan sang tirani."
Komentar