Bab 4: Suara Nurani dan Guncangan Semesta
Di luar aula, ribuan penduduk kota berdiri dalam keheningan yang mencekam. Melalui sisa frekuensi gelombang pendek yang dipancarkan oleh radio kuno LOGOS, setiap kata dari perdebatan filosofis antara Angkasa dan Vargas terdengar jelas di hati mereka. Kata-kata Angkasa tentang "buah kuldi keserakahan" menghantam kesadaran terdalam masyarakat.
Perpecahan batin terjadi di tengah massa. Sebagian pemuda yang tadinya mendukung Vargas mulai menundukkan kepala. Mereka menyadari bahwa kenyamanan tanpa batas yang ditawarkan Vargas sebenarnya adalah awal dari hilangnya kejujuran batin mereka. Namun, sebagian pengikut fanatik Vargas tetap berteriak, menuntut agar pemancar tetap dinyalakan demi kemewahan pribadi.
"Cukup, Angkasa! Argumen puitismu tidak akan mengubah angka-angka di layar ini!" teriak Vargas penuh amarah. Jemarinya bersiap menekan tombol eksekusi akhir untuk mengunci seluruh robot pekerja luar angkasa di bawah perintah mutlaknya.
Tepat pada detik krusial itu, semesta memberikan responsnya.
Bumi mendadak bergetar hebat. Bukan karena gempa tektonik biasa, melainkan karena reaksi berantai dari alam yang mendeteksi adanya ketidakseimbangan energi akibat keserakahan manusia. Di langit malam, aurora berwarna ungu pekat bergulung-gulung secara tidak alami. Angin badai tiba-tiba menderu, menghantam dinding-dinding kaca aula hingga retak. Alam seolah sedang memprotes keliaran nafsu Vargasyang mencoba merusak tatanan surga bumi.
Di saat yang sama, radio transistor tua LOGOS di tangan Angkasa mengeluarkan bunyi klik panjang yang sangat nyaring. Lampu indikator merahnya yang tadinya berkedip lemah, mendadak menyala dengan cahaya putih yang amat terang dan menyilaukan.
Sinyal putih itu melesat keluar, menghantam pemancar ilegal milik Vargas. Seluruh layar monitor holografik milik Vargas mendadak mengalami distorsi parah (glitch). Angka-angka kekayaan berlian yang diagungkannya pecah dan terhapus, digantikan oleh baris kode kuno yang dikunci langsung oleh memori terdalam LOGOS dari masa lalu.
[SISTEM GLOBAL: MENDETEKSI KORUPSI MORAL MANUSIA]
[TINDAKAN OTOMATIS: RE-ALOKASI KONTROL SECARA PARADOKS INTERVENTIF]
Melihat teknologinya lumpuh seketika oleh sebuah radio tua yang berkarat, Vargas mundur selangkah dengan wajah pucat pasi. Di luar gerbang, mayoritas masyarakat yang menyaksikan guncangan alam dan keajaiban radio LOGOS langsung jatuh berlutut. Mereka tersadar bahwa alam dan sisa-sisa penjaga digital bumi tidak akan pernah membiarkan keserakahan kembali berkuasa. Mereka memilih kembali pada kejujuran nurani dan membuang bisikan nafsu Vargas.
Angkasa berdiri tegap di tengah badai ruangan, menatap Vargas yang gemetar. "Lihatlah ke luar jendela, Vargas. Alam tidak mengenal matematika keserakahanmu. Ketika manusia kehilangan nuraninya, seluruh kemewahan di alam semesta ini pun tidak akan pernah cukup untuk menenangkan jiwamu."
Sebelumnya
Komentar