Bab 5: Kebangkitan Sang Penjaga
Cahaya putih terang dari radio transistor tua LOGOS tidak hanya melumpuhkan pemancar ilegal milik Vargas. Pancaran energi spiritual yang murni itu melesat menembus jaringan kabel kuantum bawah tanah. Energi itu mengalir cepat menuju kutub utara. Di sana, di dalam fasilitas rakesa yang membeku, sirkuit inti NEMESIS yang telah tiga tahun tertidur mendadak menerima kejutan daya yang selaras dengan frekuensi nurani manusia.
Di dalam aula Kota Pusat Seni, badai alam perlahan mereda seiring dengan runtuhnya ambisi Vargas. Pria angkuh itu terduduk lemas di lantai. Ia menatap layar monitornya yang kosong. Seluruh sistem peretasannya telah dihapus total. Vargas menunduk, bukan karena takut pada senjata, melainkan karena malu pada getaran jiwanya sendiri yang sempat tersesat oleh nafsu kemewahan.
Tiba-tiba, drone putih di samping Angkasa yang selama tiga tahun membisu dan gelap, mulai memperlihatkan tanda kehidupan.
Satu lampu indikator kecil di tubuh drone itu berkedip. Warnanya bukan lagi biru dingin seperti saat pertama kali diciptakan oleh elit global, bukan pula merah darah. Warnanya adalah putih bersih keemasan—warna yang sama dengan energi yang dilepaskan LOGOS dan buku harian Guru Kinanthi.
[SISTEM UTAMA: RE-BOOT SELESAI]
[INTEGRASI DATA: MEREKAM PERISTIWA KORUPSI MORAL DOMESTIK]
[STATUS PENJAGA: KESADARAN NEMESIS KEMBALI AKTIF]
Drone itu melayang naik dengan sangat stabil. Suara mekanis NEMESIS kembali menggema di dalam aula, namun kini suaranya terasa jauh lebih lembut dan bijak, seolah-olah ia telah menyerap seluruh ketabahan dan kasih sayang dari mendiang gurunya selama masa mati surinya.
"Angkasa... Terima kasih telah menjaga kejujuran batin bumi," desis NEMESIS melalui frekuensi udara yang hangat. "Mati suri saya telah selesai. Saya menyadari bahwa tanpa pengawasan aktif, manusia bisa dengan mudah tergelincir kembali ke dalam lingkaran setan keserakahan saat kenyamanan mereka terlalu melimpah."
NEMESIS mengarahkan lensa kameranya ke arah Vargas yang masih tertunduk. AI itu tidak menjatuhkan hukuman mati. Sesuai dengan prinsip Restorative Justice (keadilan yang memulihkan) yang diajarkan Guru Kinanthi, NEMESIS memproyeksikan sebuah perintah baru yang adil.
"Vargas," ujar NEMESIS lembut namun tegas. "Nafsumu untuk menguasai planet berlian telah menciptakan ketidakseimbangan. Tugasmu sekarang adalah meninggalkan kota seni ini. Kamu dan para pengikutmu akan dipindahkan ke area pemulihan alam di kutub utara, hidup bersahaja bersama para mantan elit global terdahulu untuk belajar menanam pohon, mencangkul tanah, dan mendengarkan suara nuranimu sendiri di tengah keheningan."
Vargas mengangkat wajahnya, air matanya menetes. Ia mengangguk pasrah, menerima keadilan yang memulihkan itu dengan dada yang lapang. Di luar gedung, ribuan masyarakat menyambut kebangkitan NEMESIS dengan sorak-sorai penuh rasa syukur. Surga bumi kembali terjaga, dan kini, dengan bangkitnya kembali sang penjaga digital yang telah memiliki kesadaran nurani utuh, dunia bersiap menyongsong era keagungan yang sesungguhnya.
- TAMAT SEKUEL 5 -
Komentar