Langsung ke konten utama

Postingan

Sastra, Refleksi, Panduan Praktis, Pembelajaran, Kreasi Kinanthi

BAB 8 Novel Tanpa Jejak Manusia

 Bab 8: Labirin yang Tak Terlihat (Tahun 2147, Zonk Utara – Perbatasan Kabut) Sejak malam ia menyentuh simbol, dunia tak lagi sama bagi S-4091. Setiap langkah di tanah penuh debu terasa seperti langkah seekor tikus di dalam labirin. Ia mulai memperhatikan pola: bagaimana makanan selalu datang setelah penderitaan puncak, bagaimana musuh muncul tepat saat keputusasaan melanda, bagaimana hukum api di Kamp Asap menciptakan kepatuhan buta. Semua itu bukan kebetulan. Itu rekayasa. Kuku Hitam duduk bersandar di tembok runtuh, mengasah pisaunya. “Aku pernah mendengar bisikan serupa,” katanya tanpa menoleh. “Bukan dari tanah, tapi dari mimpi. Aku melihat garis-garis cahaya yang bergerak di langit, membentuk dinding tak terlihat. Sejak itu aku tahu: kita semua terjebak.” “Dinding tak terlihat?” tanya S-4091. “Ya. Mereka menyebutnya Batas Kabut. Kalau kau berjalan terlalu jauh ke utara, kau akan menemui kabut tebal. Orang-orang bilang itu kabut alami, tapi aku pernah lihat batu yang dilempar ...

BAB 37 Setelah Manusia Pergi

BAB 36 Setelah Manusia Pergi

BAB 35 Setelah Manusia Pergi

BAB 34 Setelah Manusia Pergi

BAB 33 Setelah Manusia Pergi

BAB 32 Setelah Manusia Pergi

BAB 31 Setelah Manusia Pergi

BAB 30 Setelah Manusia Pergi

BAB 29 Setelah Manusia Pergi

Bab 28 Setelah Manusia Pergi

BAB 27 Setelah Manusia Pergi

BAB 26 Setelah Manusia Pergi

BAB 25 Setelah Manusia Pergi