BAB 9 Novel Tanpa Jejak Manusia
Bab 9: Anak yang Dipanggil (Tahun 2147, Zonk Utara – Dekat Batas Kabut) Suara anak itu masih bergema di kepala S-4091: "Aku tidak hilang. Aku dipanggil." Ia gemetar, menoleh ke Kuku Hitam, tapi wajah lelaki itu hanya membeku, matanya menatap dalam ke arah simbol bercahaya di tanah. “Kalau suara itu nyata,” kata Kuku Hitam perlahan, “maka anak itu tidak mati. Dia sudah… berpindah.” Kabar lenyapnya anak menyebar cepat di Kamp Asap. Tangisan ibunya menghantui malam. Orang-orang berdesakan, berbisik bahwa Sistem kini menculik, bukan hanya mengamati. Perempuan tua bertato api akhirnya berdiri di tengah kerumunan. “Ini tanda buruk. Dulu Sistem hanya menonton dari jauh. Kini mereka masuk ke tubuh dan suara. Kita harus pindah sebelum satu per satu dari kita hilang.” Namun Kuku Hitam menentang. “Kalau kita kabur, kita hanya menunda. Mereka akan tetap menemukan kita. Aku bilang: kita kejar anak itu. Kita tembus kabut.” Kerumunan terbelah. Ada yang memaki, ada yang setuju. S-4091 diam...