Langsung ke konten utama

Sastra, Refleksi, Panduan Praktis, Pembelajaran, Kreasi Kinanthi

BAB 5 Novel Tanpa Jejak Manusia

 Bab 5: Serangan ke Gudang Selatan (Tahun 2147, Perbatasan Zonk Utara – Gudang Selatan) Udara malam menusuk kulit seperti pecahan kaca. Asap dari kamp sudah jauh di belakang, digantikan oleh aroma besi karat dan daging asin yang ditimbun di gudang milik perampok Selatan. S-4091 merayap di antara reruntuhan beton, jantungnya berdetak begitu keras hingga ia takut suara itu akan terdengar oleh musuh. Di sebelahnya, Kuku Hitam merunduk, matanya menyala dalam kegelapan. “Diam, dan lakukan seperti yang kuajarkan,” bisiknya. Gudang itu tak besar—hanya bangunan tua dari zaman sebelum Sistem, dengan atap seng miring dan pintu baja berkarat. Namun, bagi orang Zonk yang kelaparan, itu ibarat istana penuh emas. Mereka menunggu. Lima bayangan lain menyebar di sekitar gudang. Sinyal berupa kepakan burung buatan—sayap dari kaleng bekas—membelah sunyi malam. Itu tanda untuk menyerbu. Kuku Hitam maju lebih dulu. Pisau di tangannya berkilat sebentar sebelum menenggelamkan suara seorang penjaga. S-40...

Ambiguitas Bahasa ini Bikin Orang Dimasukkan Tempat Sampah

Ambiguitas Bahasa ini Bikin Orang Dimasukkan Tempat Sampah



Pernah nggak sih Gaess, Kamu baca atau dengar  pengumuman di tempat umum, tapi bukannya paham, malah bikin mikir dua kali sambil menahan tawa?

​Kejadian lucu seperti ini sering banget terjadi karena ambiguitas bahasa—kondisi di mana suatu kalimat punya makna ganda atau ambigu akibat susunan kata yang kurang pas. Contohnya seperti pengumuman singkat yang satu ini:

​"Bagi yang sudah makan, harap dibuang ke tempat sampah."

​Sekilas terlihat biasa saja dan niatnya tentu baik, yaitu menjaga kebersihan. Tapi coba deh dibaca sekali lagi dengan pelan-pelan... Ada yang aneh?

​Secara tata bahasa, kalimat di atas tidak menjelaskan APA yang harus dibuang. Akibatnya, kata "dibuang" itu malah menyambung ke objek di depannya, yaitu "yang sudah makan" (alias orangnya)!

​Bisa dibayangkan betapa kasihannya orang yang baru selesai makan kenyang-kenyang, bukannya kenyang tenang, malah harus masuk ke tempat sampah! 😭

​Gimana Harusnya Kalimat yang Benar?

​Supaya tidak bikin salah paham dan tidak menyuruh orang terjun ke tempat sampah, kalimatnya tinggal diperbaiki sedikit saja dengan menambahkan objek yang jelas:

​Lebih tepat: "Bagi yang sudah selesai makan, harap membuang sampah/bungkus makanannya ke tempat sampah."

​Bahasa Indonesia itu memang unik dan seru ya! Salah taruh kata sedikit saja, artinya bisa melenceng jauh dari maksud aslinya.

​Nah, kalau kamu pernah ketemu pengumuman ambigu atau tulisan kocak lainnya di tempat umum nggak? Coba ceritakan di kolom komentar ya!


Simak videonya juga ya 



Daftar Isi Yang Lucu-lucu dari Berbahasa


Daftar Isi Seluruh Blog 

Komentar

Pembaca Terbanyak