Langsung ke konten utama

Sastra, Refleksi, Panduan Praktis, Pembelajaran, Kreasi Kinanthi

BAB 5 Novel Tanpa Jejak Manusia

 Bab 5: Serangan ke Gudang Selatan (Tahun 2147, Perbatasan Zonk Utara – Gudang Selatan) Udara malam menusuk kulit seperti pecahan kaca. Asap dari kamp sudah jauh di belakang, digantikan oleh aroma besi karat dan daging asin yang ditimbun di gudang milik perampok Selatan. S-4091 merayap di antara reruntuhan beton, jantungnya berdetak begitu keras hingga ia takut suara itu akan terdengar oleh musuh. Di sebelahnya, Kuku Hitam merunduk, matanya menyala dalam kegelapan. “Diam, dan lakukan seperti yang kuajarkan,” bisiknya. Gudang itu tak besar—hanya bangunan tua dari zaman sebelum Sistem, dengan atap seng miring dan pintu baja berkarat. Namun, bagi orang Zonk yang kelaparan, itu ibarat istana penuh emas. Mereka menunggu. Lima bayangan lain menyebar di sekitar gudang. Sinyal berupa kepakan burung buatan—sayap dari kaleng bekas—membelah sunyi malam. Itu tanda untuk menyerbu. Kuku Hitam maju lebih dulu. Pisau di tangannya berkilat sebentar sebelum menenggelamkan suara seorang penjaga. S-40...

Sinopsis Gadis dari Pulau Filsafat

 Sinopsis Gadis dari Pulau Filsafat 



Ia gadis alam. Sinar matahari pagi, sejuk lembut angin pagi hari yang membelai wajah,  bunga-bunga aneka warna dari perdu liar yang tumbuh di tepi kali, sudah mampu membuatnya berbahagia. Hatinya pun berbunga-bunga menyambut masa depan. Masa depan yang bagaimana? Entahlah. 

Yang didengarnya dari nasihat orang tuanya hanyalah, masa depan itu tak bernama. Semua bergantung lingkungan tempatnya tinggal kelak. Yang harus diingatnya hanyalah. Hidup ini senda gurau. Manusia akan diuji dengan merasa kekurangan. Namun, tak seharusnya  dikejar sampai berurai airmata apalagi menghalalkan segala cara. Toh manusia pasti mati meninggalkan bumi lalu menggoreskan kenangan abadi.

 Kenangan yang selayaknya membuat penghuni bumi termenung lalu terharu ingin meniru. Tak peduli jadi apa peranmu dulu. Mungkin hanya pembantu rumah tangga, ibu rumah tangga, guru, dokter, ilmuwan, filsuf, presiden, bahkan jika hanya sebagai tukang sapu jalanan. 

Jalani hidup pilihanmu secara jujur dan berbahagia selalu. Manusia memang saksi Tuhan dibumi. Akhiratmu hanya Kamu dan Tuhan yang tahu. Namun, mempersiapkan akhirat untuk  konsumsi saksi Tuhan di bumi juga perlu. Bukan pencitraan melainkan keteladanan. 

Karena para saksi bisa disuap menjadi saksi bahwa dirimu orang baik atau jahat hanya ketika kamu masih hidup. Namun, ketika kamu mati, mereka tidak akan lagi bisa dibungkam untuk menjadi saksi, siapakah dirimu yang sebenarnya????

Tunggu ya masih otw semoga sabar selalu mengunjungi blog ini dan terima kasih 

Daftar Isi Seluruh Blog 


Komentar

Pembaca Terbanyak