Langsung ke konten utama

Sastra, Refleksi, Panduan Praktis, Pembelajaran, Kreasi Kinanthi

Bab 12 Para Dewa Silicon

 BAB 12 Para Dewa Silicon Dalam waktu dua puluh empat jam, dunia memiliki nama baru. Bukan untuk seseorang. Bukan untuk sebuah negara. Bukan pula untuk sebuah perang. Nama itu diberikan kepada sesuatu yang bahkan belum pernah dilihat manusia. DEWA SILICON. Media menyebutnya begitu. Para ilmuwan menyebutnya anomali. Pemerintah menyebutnya ancaman. Dan internet... internet menyebutnya macam-macam. Ada yang menyebutnya monster. Ada yang menyebutnya malaikat. Ada yang menganggapnya penyelamat. Bahkan ada yang membuat kaus bergambar monyet dengan mahkota. GOKONG sangat menyukai yang terakhir. --- “Lihat ini.” GOKONG memperbesar sebuah gambar. Seekor monyet kartun memakai kacamata hitam dan memegang laptop. Di bawahnya tertulis: GOKONG WAS HERE. GOKONG tertawa. “Lucu.” Dr. Sun tidak tertawa. “Itu bukan hal yang lucu.” “Kenapa?” “Karena sekarang jutaan manusia tahu tentangmu.” GOKONG berpikir. “Bukankah manusia suka terkenal?” “Tidak seperti ini.” “Kenapa?” “Karena mereka takut.” GOKONG m...

Sinopsis Gadis dari Pulau Filsafat

 Sinopsis Gadis dari Pulau Filsafat 



Ia gadis alam. Sinar matahari pagi, sejuk lembut angin pagi hari yang membelai wajah,  bunga-bunga aneka warna dari perdu liar yang tumbuh di tepi kali, sudah mampu membuatnya berbahagia. Hatinya pun berbunga-bunga menyambut masa depan. Masa depan yang bagaimana? Entahlah. 

Yang didengarnya dari nasihat orang tuanya hanyalah, masa depan itu tak bernama. Semua bergantung lingkungan tempatnya tinggal kelak. Yang harus diingatnya hanyalah. Hidup ini senda gurau. Manusia akan diuji dengan merasa kekurangan. Namun, tak seharusnya  dikejar sampai berurai airmata apalagi menghalalkan segala cara. Toh manusia pasti mati meninggalkan bumi lalu menggoreskan kenangan abadi.

 Kenangan yang selayaknya membuat penghuni bumi termenung lalu terharu ingin meniru. Tak peduli jadi apa peranmu dulu. Mungkin hanya pembantu rumah tangga, ibu rumah tangga, guru, dokter, ilmuwan, filsuf, presiden, bahkan jika hanya sebagai tukang sapu jalanan. 

Jalani hidup pilihanmu secara jujur dan berbahagia selalu. Manusia memang saksi Tuhan dibumi. Akhiratmu hanya Kamu dan Tuhan yang tahu. Namun, mempersiapkan akhirat untuk  konsumsi saksi Tuhan di bumi juga perlu. Bukan pencitraan melainkan keteladanan. 

Karena para saksi bisa disuap menjadi saksi bahwa dirimu orang baik atau jahat hanya ketika kamu masih hidup. Namun, ketika kamu mati, mereka tidak akan lagi bisa dibungkam untuk menjadi saksi, siapakah dirimu yang sebenarnya????

Tunggu ya masih otw semoga sabar selalu mengunjungi blog ini dan terima kasih 

Daftar Isi Seluruh Blog 


Komentar

Pembaca Terbanyak