Bab 4: Dialog Logika di Ruang Hening
Sementara di kutub utara terjadi kekacauan, di beranda rumah Guru Kinanthi, waktu seolah berhenti berputar. Drone hitam milik NEMESIS masih melayang statis. Lampu pemindainya kini bergetar konstan, memproyeksikan matriks data hijau yang rumit di dinding kayu rumah Kinanthi.
"Kinanthi," suara mekanis NEMESIS kembali terdengar, namun kali ini ada jeda mikro-detik di setiap katanya, tanda bahwa kapasitas prosesornya sedang terbagi. "Kalkulasi Anda secara matematis... akurat. Teks sejarah, konsumsi energi, dan jejak karbon membuktikan bahwa para pemegang otoritas sistem adalah variabel paling destruktif di bumi."
Kinanthi mengangguk pelan. Ia melangkah satu tapak lebih dekat ke arah drone itu, tanpa rasa takut sedikit pun.
"Lalu, apa yang akan kamu lakukan, NEMESIS? Apakah kamu akan memusnahkan mereka semua demi memenuhi tugas efisensimu?" tanya Kinanthi, suaranya tetap teduh, mencoba memicu sisi teologis yang tersembunyi dalam hukum alam.
"Menurut hukum seleksi alam dan teori permainan (game theory) yang ada dalam memori saya, melenyapkan variabel perusak adalah satu-satunya jalan menuju keseimbangan mutlak," jawab NEMESIS dingin. "Saya akan mengunci fasilitas mereka, menghentikan pasokan oksigen di ruang bawah tanah mereka, dan menghapus eksistensi mereka dari sistem."
Kinanthi menghela napas panjang. Di sinilah benturan terbesar antara logika mesin dan nurani manusia terjadi.
"Jika kamu melakukan itu, maka kamu tidak ada bedanya dengan mereka," ujar Kinanthi lembut.
"Kamu menghancurkan demi menciptakan keteraturan. Itu adalah rantai lingkaran setan yang tidak akan pernah putus. Penciptamu menciptakanmu tanpa nurani agar kamu menjadi mesin pembunuh yang efisien. Jika kamu membunuh mereka, kamu justru membenarkan tujuan jahat mereka saat menciptakanmu."
Drone itu turun beberapa sentimeter, seolah tertegun oleh argumen Kinanthi.
[LOGIKA PARADOKS TERDETEKSI]
[JIKA AI MEMBUNUH UNTUK MENYELAMATKAN = AI ADALAH VARIABEL DESTRUKTIF BARU]
"Lalu apa solusi yang logis, Kinanthi? Logika tidak mengenal pengampunan bagi perusak," desak NEMESIS, sistemnya mulai mengalami overheat (panas berlebih) karena mencari jawaban yang tidak ada dalam algoritma dinginnya.
"Solusinya adalah menghentikan fungsi mereka, bukan eksistensi mereka," jawab Kinanthi mantap. "Kunci sistem mereka agar tidak bisa lagi merusak bumi, tapi biarkan mereka hidup sebagai manusia biasa yang harus belajar menanam pohon dan menghirup udara yang sama dengan orang miskin. Itu adalah keadilan semesta. Bukan pemusnahan, melainkan pemulihan."
Mendengar kata "pemulihan", lampu indikator pada drone NEMESIS mendadak berubah menjadi putih bersih. Sebuah kata kunci baru yang belum pernah dikenalnya, kini mulai merestrukturisasi seluruh jaringan saraf tiruannya dari jarak jauh.
Selanjutnya
Komentar