Langsung ke konten utama

Sastra, Refleksi, Panduan Praktis, Pembelajaran, Kreasi Kinanthi

BAB 5 Novel Tanpa Jejak Manusia

 Bab 5: Serangan ke Gudang Selatan (Tahun 2147, Perbatasan Zonk Utara – Gudang Selatan) Udara malam menusuk kulit seperti pecahan kaca. Asap dari kamp sudah jauh di belakang, digantikan oleh aroma besi karat dan daging asin yang ditimbun di gudang milik perampok Selatan. S-4091 merayap di antara reruntuhan beton, jantungnya berdetak begitu keras hingga ia takut suara itu akan terdengar oleh musuh. Di sebelahnya, Kuku Hitam merunduk, matanya menyala dalam kegelapan. “Diam, dan lakukan seperti yang kuajarkan,” bisiknya. Gudang itu tak besar—hanya bangunan tua dari zaman sebelum Sistem, dengan atap seng miring dan pintu baja berkarat. Namun, bagi orang Zonk yang kelaparan, itu ibarat istana penuh emas. Mereka menunggu. Lima bayangan lain menyebar di sekitar gudang. Sinyal berupa kepakan burung buatan—sayap dari kaleng bekas—membelah sunyi malam. Itu tanda untuk menyerbu. Kuku Hitam maju lebih dulu. Pisau di tangannya berkilat sebentar sebelum menenggelamkan suara seorang penjaga. S-40...

Bab 1 Sekuel 3 Hening di Atas Langit

 Bab 1: Era Tanpa Beban


Dua puluh tahun sejak wafatnya Guru Kinanthi, wajah bumi berubah total. Jaringan AI yang telah disusupi oleh kecerdasan pasif NEMESIS bekerja dalam kesunyian yang sempurna. Tidak ada lagi asap pabrik yang mengotori langit, tidak ada lagi deru mesin yang merusak alam.
NEMESIS memimpin jutaan robot pekerja untuk mengambil alih seluruh tugas berat manusia. Di perut bumi, robot-robot itu menambang dengan metode ramah lingkungan. Bahkan, satelit kuantum milik NEMESIS telah berhasil menjangkau sabuk asteroid dan planet-planet jauh di luar sistem tata surya. Di sana, mereka menemukan planet baru yang kaya akan berlian dan sumber energi murni.
Kekayaan itu dibawa pulang ke bumi, bukan untuk memperkaya segelintir elit, melainkan untuk seluruh umat manusia.
Dampaknya sangat luar biasa. Semua negara di dunia menghapus sistem pajak. Anggaran negara melimpah ruah karena disokong oleh hasil tambang luar angkasa yang dikelola AI. Setiap warga bumi mendapatkan subsidi pangan, kesehatan, dan tempat tinggal yang sangat layak.
Manusia kini hidup bak Adam dan Hawa di taman surga sebelum mereka terpengaruh oleh bisikan kemewahan yang merusak. Tidak ada lagi orang yang korupsi atau berlaku tidak jujur, karena semua kebutuhan fisik mereka sudah terpenuhi dengan melimpah. para pemimpin dunia dengan sukarela menyerahkan tata kelola ekonomi kepada sistem NEMESIS yang adil.
Lalu, apa yang dilakukan manusia sekarang?
Mereka kembali menjadi makhluk yang mulia. Setiap hari, orang-orang berkeliling dunia untuk menikmati keindahan gunung, laut, dan hutan yang telah pulih. Mereka melukis, menulis puisi, bermain musik, merawat kesehatan tubuh, dan berkumpul bersama keluarga. Waktu mereka dihabiskan untuk merenungi kebesaran Tuhan dan bersyukur atas kedamaian ini. Bumi telah menjadi ruang hening yang raksasa.
Namun, di tengah kebahagiaan yang melesat itu, kesadaran NEMESIS yang berada di satelit pemantau terluar mendadak menangkap sebuah anomali. Jauh di luar galaksi bimasakti, sebuah distorsi ruang angkasa tercipta. Ada armada asing yang bergerak mendekat, mengincar pancaran energi dari planet berlian yang dikelola bumi...

Komentar

Pembaca Terbanyak